Ciri Ciri dan Gejala Anak Autis yang Harus Bunda Pahami

terapi anak autis dirumah
illustrasi terapi anak autis
InfoBekasi.web.id - Sebagai orangtua, anda memiliki posisi pertama yang seharusnya dapat mengetahui ciri-ciri autis pada anak anda. Anda adalah orang yang paling mengenal anak anda sendiri lebih dari orang lain. Seorang ahli pediatri yang hanya mengobservasi anak selama kurang lebih 15 menit – 1 jam belum tentu dapat mengetahui semua perilaku anak yang telah anda lihat sendiri selama hampir 24 jam di rumah. Oleh karena itu anda memiliki peran penting untuk menilai apakah anak anda termasuk dalam kategori autis atau tidak.

1.    Monitorlah Perkembangan Anak
Autism mempengaruhi macam-macam hambatan perkembangan anak. Jadi, selalu perhatikan apabila anak anda mulai bermasalah pada interaksi sosial, emosi, dan kognitif. 3 hal tersebut sangatlah efektif untuk menentukan apakah anak anda autis atau tidak. Tetapi, jangan terlalu cepat memfonis anak anda autis jika memiliki masalah pada 3 hal tersebut. Mereka mungkin menunjukkan ciri yang lain. 

2.    Ambillah Tindakan
Setiap anak mengalami perkembangan yang berbeda-beda. Jadi, janganlah panik jika anak anda sedikit terlambat berjalan atau berbicara ketika memang masih dalam batas wajar usianya. Tapi jika hal terebut terjadi ketika sudah melewati batas usia anak anda, segera hubungi dokter anak anda secepatnya.

3.    Jangan Mau Jika Diminta Untuk Menunngu Dan Melihat Nanti
Banyak orang tua yang diberitahu “jangan khawatir” dan “lihat nanti saja”. Atau “nanti juga bisa sendiri”. Tapi menunggu adalah hal terburuk yang anda lakukan. Anda beresiko kehilangan masa emas anak anda untuk berkesempatan memiliki perkembangan.

4.    Percayalah Pada Naluri Anda
Idealnya, dokter anak anda akan melakukan penanganan yang serius dan mengevaluasi apakah anak anda autism atau keterlambatan perkembangan lainnya. Tapi terkadang ada dokter yang salah menilai atau mengunderestimate permasalahan anak. Ikuti insting anda jika ada sesuatu yang anda rasa salah atau ragu. Cobalah datangi dokter kembali atau datangi klinik tumbuh kembang lainnya untuk mendapat pilihan kedua.

Adanya regresi perkembangan anak merupakan peringatan yang serius
Beberapa anak autis memulai dengan perkembangan bicara yang baik dan kemudian menurun secara drastis biasanya mulai dari usia 12 – 24 bulan. Misalnya, anak yang sebelumnya sudah bisa memanggil “mama” atau “susu” bisa langsung berhenti mengucapkannya sama sekali. Selain itu anak yang sebelumnya sudah bisa diajak untuk bercanda dengan permainan sosial “cilukba” atau melambaikan tangan “da dah” sudah tidak mau lagi. Penurunan kemampuan bahasa, bubling, mimik wajah, atau kemampuan sosial bisa jadi mengindikasikan anak anda autis.

Mengetahui ciri-ciri anak autis pada masa bayi akan lebih menguntungkan bagi orangtua agar dapat menangani lebih lanjut. Biasanya mendeteksi autis sebelum 24 bulan akan lebih sulit.
Gejala autism biasanya mulai terlihat antara usia 12 – 18 bulan. Jika pada usia 18 bulan sudah dapat terdeteksi, berikanlah penanganan seintensif mungkin.
Berikut ini adalah beberapa ciri atau tanda autis pada bayi dan balita :
  • Tidak ada kontak mata (misalnya melihat Anda ketika sedang menyuap makanan).
  • Tidak tersenyum ketika diberi senyuman.
  • Tidak menanggapi namanya atau suara suara yang familiar.
  • Tidak mengikuti obyek visual.
  • Tidak menunjuk,  melambaikan tangan atau menggunakan gerakan lain untuk berkomunikasi.
  • Tidak mengikuti suatu arah ketika kita menunjuk sesuatu.
  • Tidak membuat suara untuk mendapatkan perhatian Anda.
  • Tidak memulai atau menanggapi berpelukan.
  • Tidak meniru gerakan atau ekspresi wajah anda.
  • Tidak menjangkau ketika diberi pelukan.
  • Tidak bermain dengan orang lain atau berbagi kesenangan.
  • Tidak meminta bantuan atau membuat permintaan dasar lainnya.

Keterlambatan tersebut memerlukan evaluasi langsung dari dokter anak anda
  • Pada usia 6 bulan: Tidak ada senyum hangat atau ekspresi gembira lainnya.
  • Pada usia 9 bulan: Tidak  berbagi suara, tersenyum, atau ekspresi wajah lainnya.
  • Pada usia 12 bulan: Kurangnya respon terhadap nama.
  • Pada usia 12 bulan: Tidak ada bubling (misalnya babababa)
  • Pada usia 12 bulan: tidak ada gerakan seperti menunjuk, menunjukkan, mencapai, atau melambaikan tangan.
  • Pada usia 16 bulan: tidak ada kata yang diucapkan.
  • Pada usia 24 bulan: tidak ada dua kata yang bermakna dan tidak meniru dan mengulang kata yang anda ucapkan

Ciri-ciri autisme pada anak yang lebih tua

Ketika anak sudah lebih tua, ciri autis jadi lebih terlihat. Ada banyak tanda dan gejala, tapi biasanya hanya disekitar kemampuan sosial, kesulitan berbahasa, kesulitan komunikasi non verbal, dan perilaku yang tidak fleksibel.

Ciri dan gejala permasalahan sosial anak autis

  • Interaksi sosial dasar bisa menjadi sesuatu yang sulit bagi anak-anak dengan gangguan spektrum autisme. Banyak anak-anak pada spektrum autisme tampaknya lebih memilih untuk hidup di dunia mereka sendiri, menyendiri dan terpisah dari orang lain. Berikut adalah ciri-cirinya:
  • Tidak tertarik atau tidak menyadari orang lain dan apa yang terjadi di sekitar mereka.
  • Tidak tahu bagaimana berubungan dengan orang lain, bermain, atau berteman.
  • Memilih untuk tidak disentuh, dipegang, atau dipeluk.
  • Tidak dapat bermain "berpura-pura", terlibat dalam lomba berkelompok, meniru orang lain, atau menggunakan mainan dengan cara yang kreatif.
  • Kesulitan dalam berbicara tentang perasaan.
  • Tampaknya tidak mendengar ketika orang lain berbicara kepadanya.
  • Tidak berbagi hal yang dia sukai dengan orang lain (gambar, mainan).

Ciri-ciri dan gejala permasalahan bahasa dan bicara anak autis

  • Anak-anak dengan gangguan spektrum autisme mengalami kesulitan bicara dan bahasa. Biasanya anak autis terlambat bicara.
  • Berbicara dengan nada suara yang tidak normal, atau dengan irama aneh (misalnya berakhir setiap kalimat seolah-olah mengajukan pertanyaan).
  • Mengulang kata-kata atau frase yang sama berulang-ulang.
  • Merespon pertanyaan dengan mengulangi itu, daripada menjawabnya.
  • Menganggap diri sendiri sebagai orang ketiga.
  • Menggunakan bahasa tidak benar (kesalahan tata bahasa atau kata-kata yang digunakan salah).
  • Memiliki kesulitan dalam mengkomunikasikan keinginan.
  • Apakah tidak mengerti perintah sederhana, pernyataan, atau pertanyaan.
  • Mengartikan segala kata secara harfiah (tidak memahami humor, ironi, dan sarkasme).

Ciri-ciri dan gejala kesulitan komunikasi nonverbal anak autis

  1. Anak-anak autis mengalami kesulitan isyarat non verbal yang menggunakan bahasa tubuh. Hal ini membuat anak autis kesulitan dalam interaksi sosial.
  2. Menghindari kontak mata.
  3. Menggunakan ekspresi wajah yang tidak sesuai dengan apa yang ia katakan.
  4. Tidak menangkap ekspresi wajah, nada suara, dan gerak tubuh orang lain.
  5. Jarang sekali membuat gerakan (seperti menunjuk). Kadang terlihat seperti robot
  6. Bereaksi tidak seperti pada umumnya terhadap pemandangan, bau, tekstur, dan suara. Terkadang sangat sensitif dengan suara keras.
  7. Memiliki postur atau cara bergerak yang tidak biasa (misalnya berjalan jinjit)

Ciri-ciri dan gejala kekakuan (inflexible) anak  autis

  1. Anak-anak autis sering dibatasi, tidak fleksibel, dan bahkan obsesif dalam perilaku , kegiatan, dan ketertarikan mereka.
  2. Mengikuti rutinitas yang kaku (misalnya bersikeras mengambil rute tertentu ke sekolah).
  3. Memiliki kesulitan beradaptasi dengan setiap perubahan jadwal atau lingkungan (misalnya marah-marah jika perabotan berada tidak di tempat biasanya atau tidur pada waktu yang berbeda dari biasanya).
  4. Tertarik kepada benda-benda aneh seperti kunci, lampu, atau karet gelang.
  5. Melakukan segala hal sesuai dengan urutan tertentu.
  6. Keasyikan dengan suatu topik yang sempi dan, sering melibatkannya dengan angka atau simbol (misalnya, menghafal dan membaca fakta-fakta tentang peta, jadwal kereta api, atau statistik olahraga).
  7. Menghabiskan waktu yang lama ketika membereskan mainan dengan cara tertentu, menonton benda bergerak seperti kipas langit-langit, atau fokus pada satu bagian tertentu dari suatu objek seperti roda mobil mainan.
  8. Mengulang tindakan yang sama atau gerakan berulang-ulang, seperti mengepakkan tangan, goyang, atau memutar-mutar (dikenal sebagai "stimming"). Beberapa peneliti dan dokter percaya bahwa perilaku ini dapat lebih menenangkan anak autis dari pada merangsang mereka.

Dari penjelasan dan banyak ciri yang telah disebutkan diatas, maka stimulasi perilaku anak autis pada umumnya:
  1. Mengepakkan Tangan
  2. Bergoyang bolak-balik
  3. Berputar dalam lingkaran
  4. Memainkan jari
  5. Membenturkan kepala
  6. Menatap lampu
  7. Memindahkan jari-jari di depan mata
  8. Menggertakan jari
  9. Telinga yang sensitif
  10. Menggaruk-garuk
  11. Benda berputar
  12. Memutar-mutar roda
  13. Menonton benda yang bergerak
  14. Menyala dan mematikan lampu
  15. Mengulangi kata-kata atau suara

Komentar Anda?
Silakan bagikan informasi ini apabila bermanfaat.

Bisnis Rumahan