Cara Menghindari Penipuan pada Poskota Iklan Baris

iklan baris poskota
laman poskota iklan baris iklanbaris.poskotanews.com

Cara Menghindari Penipuan pada Poskota Iklan Baris

Banyak sekali jasa penjualan yang menyediakan / mengiklankan penjualan rumah, motor, mobil, jasa dan lain sebagainya melalui iklan baris. Salah satu contohnya yaitu poskota iklan baris yang sudah lama digunakan banyak orang. Saat saya kecil dahulu hingga saat ini selalu menggunakan jasa poskota iklan baris untuk membandingkan harga rumah atau kendaraan. Salah satu rumah yang saya tempati juga didapat dari iklan baris poskota.

Saya akan sedikit bercerita mengenai bagaimana caranya saya mendapatkan rumah ini melalui iklan baris. Besarnya kenaikan harga rumah disekitar bekasi tak bisa dipungkiri karena adanya summarecon bekasi dan pembangunan stadion bekasi sejak beberapa tahun silam. Harga perumahan dibekasi pada awalnya hanya berkisar 200 hingga 300 juta kini bisa mencapai 600 juta hingga 1 Milyar lebih karena banyaknya orang yang ingin memiliki investasi rumah sehingga kepemilikan rumah menjadi lebih sulit bagi pegawai seperti saya. Tentunya bagi pegawai pas-pasan seperti saya, harga tersebut bukanlah hal yang murah terlebih untuk mencicil biaya kredit kepemilikan tanah atau rumah minimal adalah 30 persen dari harga rumah / tanah tersebut.

Suatu ketika pada saat saya pulang bekerja, kendaraan yang saya gunakan mengalami kecelakaan ringan karena mungkin terlalu banyak fikiran dikantor dan rumah tangga. Saat itu kami masih mengontrak diharapan jaya yang berlokasi tidak jauh dari kantor saya bekerja. Alhasil kendaraan saya pun dibawa ke bengkel terdekat karena ada beberapa kerusakan pada bagian kendaraan. Salah satu bengkel ternama dibekasi tersebut menanyakan perihal jenis asuransi kendaraan bermotor yang saya pakai, tentunya saya katakan tidak punya. Jangankan asuransi kendaraan bermotor, pajak kendaraan bermotor tahun ini pun belum saya bayarkan.

Singkat cerita sambil menunggu proses perbaikan yang harus menunggu 3 hari kerja, saya coba membaca koran poskota yang saya beli setiap hari karena memang saya berlangganan bulanan sehingga loper koran tidak pernah lupa mengirimkan kerumah setiap hari. Tentu Anda sudah menebaknya, saya mencoba melihat iklan kendaraan pada halaman poskota iklan baris dan tentunya saya juga mencari tahu harga rumah idaman yang belum saya miliki saat itu.

Ada beberapa iklan rumah yang menurut saya masih cocok dan pas dikantong saya. Rumah seharga 230 juta saat itu dengan luas tanah 108 meter dan bangunan 89 meter serta sudah memiliki 2 kamar. Cocok dan pas sekali untuk saya dan keluarga kecil saya. Saya coba mengkontak salah satu nomor yang tercantum pada iklan tersebut. Diangkat oleh seorang dengan suara berat seolah sudah berusia senja. Singkat cerita saya menanyakan perihal rumah tersebut dan si bapak mengatakan bahwa sudah ada yang membayar DP 5 juta untuk rumah tersebut tiga hari sebelum saya menelpon. Saya pun kecewa, kenapa rumah yang sudah di bayar DP masih diiklankan dan menanyakan kepada si bapak. Kemudian si bapak menawarkan saya untuk membayar DP sebesar 10 juta jika memang saya berniat untuk membeli rumah tersebut agar si bapak membatalkan DP pertama kepada calon pembeli sebelumnya.

Karena saat itu saya juga sedang sangat dan amat membutuhkan rumah, akhirnya saya menyetujui saran si bapak dan meminta alamat lengkap rumah tersebut. Si bapak mengatakan kalau saat ini ia sedang tidak ada dirumah tersebut karena sedang dirumah sakit menjenguk cucunya, jadi meminta saya mentransfer saja uang DP tersebut hari ini dan esok bisa menemuinya pada alamat rumah yang diberikan.

Alamat rumah yang diberikan kebetulan tidak terlalu jauh dari bengkel mobil ceper tempat reparasi mobil saya. Sebelum mentransfer uang DP tersebut, Saya kemudian menanyakan tukang ojek didepan bengkel mengenai alamat yang diberikan si bapak. Setelah sampai komplek tytyan kencana, saya mulai mencari alamat yang diberikan. Saya menemukan blok rumah yang dimaksud, namun tidak ada nomor rumah seperti yang diberikan.

Kemudian saya keluar menuju pos satpam komplek tersebut lalu menanyakan perihal alamat rumah yang dijual. Satpam komplek mengatakan bahwa diblok tersebut tidak ada rumah dijual dan tidak ada nomor rumah pada blok tersebut. Akhirnya saya sadar bahwa saya sudah tertipu oleh salah satu pengiklan postkota iklan baris dan untungnya saya belum mentransfer DP sesuai permintaan si bapak.

Meskipun saya memang membutuhkan rumah, namun saya juga harus cek kondisi rumah dan kebenaran dari informasi rumah yang diiklankan. Alhamdulillah Allah menolong saya sehingga saya tidak tertipu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi masyarakat bekasi agar tidak mudah percaya dengan iklan yang ditawarkan apalagi dengan iming-iming DP dengan harga murah.

Mohon dapat dipublish oleh admin agar tidak ada korban penipuan lainnya.

Terima kasih

Artikel kiriman dari : Bapak Yudi Silalahi, Rawa Bambu

Komentar Anda?
Silakan bagikan informasi ini apabila bermanfaat.

Bisnis Rumahan