Hebat! Raeni Mendapatkan Beasiswa Gratis S2 di Brimingham University Inggris

Foto : Kompas.com / Dian Fath Risalah El Anshari
Raeni lulusan terbaik dari program bidik misi Universitas Negeri Semarang tahun 2014 lalu kini akan meraih cita-citanya dengan menempuh pendidikan S2 di Brimingham University, Inggris.

Jumat (10/8/2015) lalu dia diantar oleh orang tua dan kepala dinas pendidikan kendal berangkat dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Tepat pukul 15.30 dia sudah berada di ruang tunggu bandara untuk transit ke Jakarta terlebih dahulu.

"Tadi sudah sungkem dahulu sama bapak ibu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sengkem di rumah saat lebaran. Kali ini harus di bandara dan disaksikan para wartawan," jelasnya saat dihubungi Tribun Jateng tepat sebelum keberangkatan.

Di saat mayoritas muslim di Indonesia menjalankan mudik, pulang ke kampung halaman, ia justru berangkat merantau ke negeri orang belajar di program Magister of Science di International Accounting and Finance.

Dia alumni S1 bidang akuntansi Unnes. Raeni, putri dari seorang tukang becak itu meraih beasiswa Presiden RI untuk berkuliah di Inggris. (*)

Raeni Anak Tukang Becak Dapat Beasiswa Presiden

Prestasi Raeni anak tukang becak asal Kendal yang menjadi lulusan terbaik Unnes Semarang mendapat perhatian Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono.

Keinginan Raeni peraih IPK 3,96 jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Unnes untuk bisa kuliah S2 di Inggris akhirnya terkabul.

Raeni diterima Presiden SBY di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (13/6) pagi di sela-sela persiapan Presiden akan berangkat ke Denpasar, Bali.  Presiden didampingi Ibu Ani Yudhoyono menerima Raeni putri tukang becak asal Kendal itu dan mendapat ucapan selamat.

“Raeni, saya ucapkan selamat atas prestasi yang sangat membanggakan kita semua. Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi untuk berprestasi,” kata Presiden SBY kepada Raeni, sebagaimana disampaikan Presiden SBY dalam akun twitter pribadinya @SBYudhoyono, yang diunggahnya Jumat (13/6/2014) pagi, sebagaimana dikutip dari situs Setkab.go.id.

Dalam pertemuan itu, Raeni yang didampingi orang tuanya, Mugiyono, mendapat kabar gembira dari Presiden SBY. Bahwa pemerintah memenuhi rencananya untuk melanjutkan pendidikan Strata Dua (S2) di luar negeri.

“Memenuhi rencana Raeni, pemerintah akan memberikan kesempatan pendidikan S2 di luar negeri melalui Program Beasiswa Presiden,” ujar Kepala Negara.

Presiden menjelaskan, sejak 2010, Pemerintah melalui program Bidikmisi memberikan beasiswa untuk lebih dari 150.000 mahasiswa dari keluarga kurang mampu. “Unnes menyalurkan 1.850 tiap tahun,” ungkap Presiden.

Raeni Mengajar Ngaji Di Sela-sela Kuliah

Raeni, wisudawan terbaik di Universitas Negeri Semarang tidak minder meski ayahnya seorang tukang becak.

Bahkan mahasiswi Akuntansi Fakultas Ekonomi Unnes itu datang ke tempat wisuda juga naik becak yang dikayuh Mugiyono (55) ayahnya, 10 Juni kemarin.

Tribun Jateng menemui Mugiyono di rumahnya di Jalan Pahlawan II Gang Apel Kelurahan Langenharjo RT 1 RW 2 Kecamatan Kendal. Mugiyono menerima Tribun sambil duduk santai di atas dipan bersebelahan dengan becak warna biru miliknya.

"Jika bapak tidak capek, Raeni ingin diantar bapak ke gedungnya," kata Mugiyono menirukan perkataan anaknya beberapa hari sebelum diwisuda.

Suami Sujamah (50) itu mengaku selalu menanamkan rasa rendah hati dan percaya diri dalam menempuh pendidikan sejak Raeni masih kecil.

a berpesan, meskipun orangtuanya dalam kondisi kurang mampu, namun hal itu tidak boleh menjadi penghalang anaknya untuk terus meraih cita-cita dan menorehkan prestasi terbaik di dunia pendidikan.

Kata-kata tersebut tertanam di hati Raeni yang lahir 13 Januari 1993. Dia langganan juara sejak SD hingga lulus SMK.  Raeni rangking 1-2 saat duduk di bangku SDN Langenharjo 3. Prestasi tersebut berlanjut saat ia keluar sebagai lulusan terbaik di SMPN 3 Patebon. Dia pun jadi lulusan terbaik di SMKN 1 Kendal. Maka dia pun mendapat kesempatan masuk kuliah di Unnes melalui jalur Bidikmisi tahun 2010.

"Tentu kami bangga. Terharu melihat prestasi anak kami," ujar Mugiyono. Selain meraih IPK tertinggi, yakni 3,96, Raeni juga lulus dalam jangka waktu 3 tahun 6 bulan 10 hari.

anya 3,5 tahun dia selesaikan studi sarjana di Unnes.  Mugiyono mengayuh becak rata-rata perhari dapat Rp 30 ribu. Dia sambil kerja jadi penjaga malam di SMKN I Kendal dengan bayaran Rp 400 ribu perbulan.

Selama kuliah, Raeni bolak balik Semarang-Kendal. Jika pulang ke Kendal, dia menyempatkan untuk mengajar ngaji kepada anak-anak di mushala terdekat rumahnya. "Di rumah, biasanya belajar dan mengajar ngaji anak-anak di mushala. Itu saja kerjaannya, tidak neko-neko," terang Sujamah. (*)

Sumber : Tribunnews

Komentar Anda?
Silakan bagikan informasi ini apabila bermanfaat.

Bisnis Rumahan