Warga Bekasi Mengeluhkan Pelayanan RSUD Kota Bekasi yang Terkesan Lamban

gerbang rsud kota bekasi
RSUD Kota Bekasi Image by Beritasatu
Sejumlah pasien mengeluhkan pelayanan RSUD Kota Bekasi. Sebab, pihak rumah sakit terkesan lamban melakukan tindakan operasi medis kepada para pasien yagn sudah dirawat beberapa hari. Salah satunya diungkapkan Alin, 37, keluarga pasien di RSUD Kota Bekasi.

Menurutnya, dia bersama keluarga yang lain cemas atas kondisi kesehatan ibunya, Halmah, 50. Meski dijadwalkan harusnya dioperasi pada Sabtu 22 Agustus 2015 lalu, namun, hingga sekarang belum juga diambil tindakan operasi atas penyakit sang ibu. ”Kalau ditanyakan ke pihak RS, alasannya belum ada kamar inap,” katanya, Rabu (26/8) kemarin.

Alin mengaku, penyakit yang diderita ibunya itu sudah terjadi satu tahun lalu. Dan baru-baru ini saja sang ibu Halimah selalu mengeluh sakit dibagian belakang punggungnya. Dan biasanya, kata Alin, pihak keluarga membawa ibunya ke Puskesmas Seroja, Bekasi Utara. ”Baru satu bulan lalu, Puskesmas merujuk ke RSUD Kota Bekasi, agar mendapat perawatan lebih intensif,” paparnya.

Mendapat rujukan itu, kemudian Alin bersama keluarga membawa ibunya ke RSUD. Dan saat itu juga, sang ibu, diakui Alin, dikabarkan oleh rumah sakit akan menjalani operasi pada 16 Agustus 2015 lalu. Hanya saja operasi itu batal dilaksanakan dengan alasan yang tidak jelas.

Diakui Alin, saat berada di RSUD, ibunya yang bernama Halimah memang terdaftar sebagai pemegang kartu kuning (Jamkesda). Makanya agar bisa dipercepat proses operasi, Alin memberanikan diri meminta naik kelas agar ibunya bisa lekas dioperasi. ”Saya pernah bilang, sudah naikan saja kelasnya, sisanya akan saya bayar, tapi pihak rumah sakit tidak mengindahkan,” jelasnya.

Seperti yang dialami, keluarga pasien Liana, 27. Dia kecewa dengan pelayanan rumah sakit yang tidak bisa mengambil tindakan cepat kepada pasien berpenyakit kronis. Seperti yang dialami ibunya bernama, Ida, 45. Saat sedang mengidap penyakit tumor payudara, tidak juga dilakukan operasi. Padahal, jadwal operasi telah diberikan dari pihak RSUD pada 28 Juli 2015. Akan tetapi, tindakan itu tak kunjung ada, dengan dalih tidak adanya kamar inap yang tersedia saat itu.

”Ya ini katanya kamarnya belum ada, makanya belum bisa dioperasi,” ujarnya.

Menurut Liana, penundaan jadwal operasi bisa berakibat fatal bagi penyakit ibunya. Sebab, makin lama, penyakit tumor yang diderita ibunya akan semakin parah. “Ini kan tumor bisa makin besar, harusnya segera ditangani,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Direktur Utam RSUD Kota Bekasi, Titi Masrifahati mengatakan, saat ini sedang ada renovasi ruang operasi. Seharusnya, kapasitas ruang operasi yang menampung 60 bed, menjadi berkurang hingga 35 bed. “Memang di ruang operasinya sedang ada renovasi. Sehingga daya tampungnya hilang setengah,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Titi berdalih, pihaknya sedang memindahkan kamar operasi ke gedung baru lantai 8 yang ada di sebelah gedung lama. Sehingga, selama tujuh hari pelayanan operasi terpaksa ditutup. ”Selama tujuh hari kita tutup dulu karena prodes pemindahan alat kesehatan dan sterilisasi ruangan ini yang menyebabkan antrian panjang,”tambahnya

Sumber : Indopos

Komentar Anda?
Silakan bagikan informasi ini apabila bermanfaat.

Bisnis Rumahan