Karena Kesal, Seorang Rentenir di Bekasi Menganiaya Ibu Rumah Tangga

penganiayaan ibu rumah tangga bekasi
illustrasi penganiayaan wanita image by Tempo
Tersangka Alex Marbun alias Wiharsono Lambot Martua Lumban Batu, 21 tahun, pelaku penganiaya terhadap Nesih Fufilawati, 38, mengaku kesal terhadap ulah korban saat dirinya menagih utang Rp 300.000.

Setelah beberapa kali ditagih utang, korban selalu bersembunyi, sehingga pelunasan pun tertunda. Padahal bila teratur membayar cicilan, utang korban hampir lunas.

"Saya kesal, bila ditagih selalu ngumpet dan alasan tidak punya uang," kata Alex Marbun di Mapolresta Bekasi Kota, Selasa (1/9).

Saat terakhir kali, dirinya menagih utang, korban beraksi dengan memaki dan berlaku kasar sehingga membuat pelaku semakin jengkel.

Menurut Alex Marbun, korban yang pertama menarik kerah bajunya dari atas bangku setinggi 20 sentimeter. Korban juga memaki pelaku sambil menyiram air dari gelas yang sedang diminumnya. "Dia yang pertama tarik kerah baju saya dari atas," katanya.

Selanjutnya, insiden tersebut berakhir dengan terjungkalnya korban dan kepala korban membentur aspal setelah tertindih tubuh pelaku.

Peristiwa tersebut berlokasi di Jalan Durian II, Kampung Kebantenan RT 05/RW 10, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (25/8) lalu.

Korban Nesih mengalami pendarahan di bagian kepala dan mendapat perawatan di rumah sakit selama enam hari sebelum akhirnya meninggal dunia pada Senin (31/8) dini hari. Setelah kejadian itu, pelaku buron selama enam hari.

"Setelah anggota kerja keras, pelaku ditangkap di Kampung Sawah, Jakarta Utara," sambung Kapolsek Jatiasih, Kompol Aslan Sulastomo.

Pelaku diketahui bersembunyi di rumah bibinya di Jakarta Utara, setelah sebelumnya bersembunyi di wilayah Tambun, Setu-Kabupaten Bekasi  dan Kranji-Kota Bekasi.

"Pelaku merupakan kolektor bank keliling yang berada di daerah Babelan, Kabupaten Bekasi. Pelaku telah bekerja selama dua tahun. Koperasi tempat kerja pelaku, tidak memiliki izin operasional resmi," kata Kapolsek.

Pihaknya akan melanjutkan penyelidikan mengusut keberadaan bank keliling atau para rentenir di Kota Bekasi, khususnya di wilayah Jatiasih yang telah menelan korban jiwa.

Pelaku kini mendekam di tahanan Mapolsek Jatiasih dan dijerat Pasal 354 KUHP sub 351 KUHP tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Seseorang Meninggal Dunia dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Sumber : beritasatu

Komentar Anda?
Silakan bagikan informasi ini apabila bermanfaat.

Bisnis Rumahan