Wow Kakek Berprofesi Sebagai Tukang Semir Ternyata Mahir Menggunakan 7 Bahasa Asing

kakek rubaini mahir 7 bahasa asing
kakek Rubaini image by viva.co.id
Mungkin tak akan ada yang menyangka Rubaini Yusuf (71) warga Kampung Kantin 54, Jalan Guntur, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut Jawa Barat yang kesehariannya sebagai tukang semir sepatu ternyata menguasai tujuh bahasa di dunia.

Seperti yang telah diberitakan oleh viva.co.id Selain bahasa Sunda dan bahasa Indonesia, Rubaini ternyata piawai berbahasa Inggris, Filipina, Hindi, Arab Saudi, Francis, Jepang dan Rusia.

"Yang penting bisa mengusai bahasa Inggris dulu, untuk belajar bahasa lainnya akan mudah," ujarnya, Rabu 2 September 2015.

Mantan Dosen Unpad
Rubaini mengaku pensiunan dosen di UNPAD dan ITB, untuk mengajar bahasa bagi anggota TNI dan Polri. Usai pensiun 15 tahun lalu Rubaini memilih menjadi tukang semir sepatu.

"Saya dulu ngajar bahasa bagi tentara dan polisi di UNPAD dan ITB," ungkapnya.

Saat bertugas sebagai dosen era Presiden Soeharto, Rubaini juga sempat mengunjungi lima negara untuk belajar politik.

"Saya pernah ke Inggris, Australia, India, Rudia dan Filipina untuk belajar politik," kata Rubaini.

Kakek enam orang anak ini mengaku sangat menikmati pekerjaannya sebagai tukang semir sepatu. Kesehariannya Rubaini mendatangi kantor-kantor TNI dan Kepolisian di wilayah Kabupaten Garut.

Rubaini yang akrab disapa pak Ruben mengaku sejak tahun 1994 dia lebih senang menjadi seorang tukang semir sepatu walaupun masih menjadi dosen bahasa hingga tahun 2000.

Alasan Rubaini memilih menggeluti sebagai tukang semir sepatu, hanya untuk memberikan contoh kepada anak dan cucunya agar tidak pernah malu dengan pekerjaan, walaupun hanya sebagai tukang semir sepatu.

"Anak saya pernah melarang saya agar tidak menjadi tukang semir sepatu, namun saya jawab bahwa kamu tak usah mengatur saya, karena kamu tidak pernah tahu darimana uang untuk membiayai kamu hingga lulus di perguruan tinggi," katanya.
Bergaji Rp200 Ribu
Selepas dirinya pensiun menjadi tenaga pengajar bahasa, Rubaini lebih memilih tinggal dirumah sambil tetap mengeluti sebagai tukang semir sepatu dan menelurkan ilmu bahasa yang dimilikinya.

Dia bangga karena sebanyak 120 muridnya kini berada di luar negeri untuk bekerja selebihnya berada di Indonesia untuk membuka lembaga pendidikan bahasa. Dia mengklaim pendiri lembaga pendidikan bahasa Inggris ICB (lembaga pendidikan ternama di Garut) merupakan salah satu murid Rubaini.

"Alhamdulillah saya bangga murid-murid saya sukses semua, salah satunya Adang dia berhasil mendirikan lembaga pendidikan bahasa Inggris ICB," ujarnya.

Rubaini yang kini tinggal berdua dengan sang istri di rumah sederhana, mengaku tak pengalami kesulitan ekonomi, karena tiap hari rata-rata penghasilan dari semir sepatu Rp200 ribu.

"Apalagi beban hidup hanya menghidupi seorang istri, anak-anak saya sudah bekerja semua, " ujarnya.

Di akhir pembicaraan bersama Rubaini, dia berpesan bahwa jangan pernah menyepelekan pekerjaan atau profesi seseorang walaupun hanya sebagai tukang semir sepatu, karena saat ini banyak sarjana yang menganggur.

"Saya lebih bangga menjadi tukang semir sepatu ketimbang, menjadi sarjana tetapi menjadi pengangguran," katanya.

Sumber : Viva

Komentar Anda?
Silakan bagikan informasi ini apabila bermanfaat.

Bisnis Rumahan